Posted by: kualaclipping | May 28, 2009

Puluhan Rumah Penduduk Terancam Amblas Dihantam Gelombang Pasang

www.analisadaily.com on 28 May 2009

Tapaktuan, (Analisa)

Puluhan rumah penduduk di kawasan pesisir pantai di Aceh Selatan, terancam amblas ke laut akibat hantaman gelombang pasang yang melanda kawasan itu. Puluhan rumah warga yang paling terancam amblas terlihat di kawasan Dusun Sawang Bunga, Desa Ujung Tanah Kecamatan Samadua, sekitar 8 km arah barat Tapaktuan.

Kondisi ini diperparah lagi, setelah dalam dua hari terus menerus dihantam gelombang besar Samudra Indonesia. Puluhan meter tanggul laut di daerah itu praktis ambruk hingga mengancam abrasi pantai dan sejumlah rumah warga di sana. Pantauan Analisa, Rabu (27/5), di lokasi musibah terlihat beberapa rumah termasuk milik Zulfikar Adek (51) menjadi korban keganasan gelombang pasang itu. “Bagian dapur bangunan rumah saya sudah digerus gelombang pasang,” katanya.

Hingga kemarin, ombak setinggi empat meter terus menggerogoti kawasan pinggir laut, termasuk tanggul laut pengaman badan Jalan Negara Tapaktuan-Meulaboh yang baru dibangun BRR NAD-Nias. Bangunan gedung SMP 1 Samadua dan sejumlah rumah penduduk di sepanjang jalan ini juga menjadi terancam digerus gelombang. Bahkan kantor Koramil 012/Samadua juga dikhawatirkan bakal amblas ke dasar laut, bila penanganan bencana ini tidak segera dilakukan.

Hal serupa juga terlihat di kawasan Desa Gunung Kerambil, Air Berudang dan Lhok Ketapang Kecamatan Tapaktuan. Selain puluhan rumah penduduk terancam, sedikitnya lima masjid di beberapa desa tersebut juga dikhawatirkan bakal roboh jika tidak segera diantisipasi.

Menurut salah seorang penduduk Fasuri (34), hantaman ombak pasang yang lebih dahsyat diperkirakan akan terjadi pada Agustus mendatang sebagaimana fenomena alam selama ini.

Kecewa

Ketua Komisi C DPRK Aceh Selatan T. Mudasir dan Sekretaris Dinas PU, Ir. Syafrulyadi, MM yang turun ke lokasi, menyampaikan rasa kekecewaannya, karena rencana pembuatan tanggul laut di lokasi itu tidak rampung padahal telah lama ditender. Proyek pembangunan tanggul penahan ombak sebesar Rp3 miliar dikerjakan PT. NBL Banda Aceh hingga kini belum dikerjakan tanpa alasan yang jelas.

“Ulah kontraktor yang tidak bertanggungjawab, masyarakat dan daerah sangat dirugikan sehingga permukiman warga mulai ditelan ombak laut,” kata Mudasir.

Ia mengharapkan Pemkab segera melakukan penanggulangan membangun tanggul laut sepanjang 700 meter karena keadaannya sangat memprihatinkan. Bila dana penanggulangan bencana tanggap darurat tidak mencukupi, maka dapat dianggarkan pada APBD-P kabupaten atau provinsi,” katanya.(m)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: