Posted by: kualaclipping | May 28, 2009

Ekspor Indonesia tak Perlu Lagi Lewat Singapura pada 2012

www.analisadaily.com on Kamis 28 Mai 2009

Jakarta,(Analisa)

Presiden Direktur Pelindo II, Richard J. Lino memperkirakan dalam tiga tahun kedepan ekspor Indonesia bisa langsung dari Tanjung Priok tanpa harus transit di Singapura seperti saat ini.

“Ketika fasilitas di sini sudah siap, kira-kira tiga tahun lagi lah,” ujarnya usai meresmikan program pengembangan tahap kedua PTB Jakarta International Container Terminal (JICT) di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Indonesia saat sudah menjadi hub port (pelabuhan  penghubung) untuk perdagangan di kawasan Asia. “Sekitar 30-40 persen  kontainer yang dulu harus lewat Singapura sekarang sudah bisa langsung dari Indonesia, tapi untuk tujuan ke Eropa dan AS ada banyak syarat yang harus kita benahi di sini,” jelasnya.

Beberapa syarat yang harus dibenahi antara lain infrastruktur dan fasilitas di pelabuhan. Richard mencontohkan kapal dengan tujuan jauh seperti ke Amerika dan Eropa ukuran kontainernya besar yaitu mencapai 10ribu – 12 ribu TEUs (Twenty feet Equivalent Units) sehingga bobotnya berat dan membutuhkan kedalaman dermaga yang lebih dari 14 meter.

Kualifikasi tersebut telah dimiliki oleh Singapura sedangkan pelabuhan kontainer baru bisa melayani kapal dagang tujuan Asia saja.

Group Managing Director Hucthinson Port Holdings, John Meredith, mengatakan, untuk bisa berkompetisi dengan Singapura, Indonesia harus memiliki terminal kontainer yang luas dengan fasilitas yang terintegrasi.

“Tanjung priok sebenarnya sudah menjadi ‘small hub port’. Kita perlu perluas agar bisa langsung ekspor ke Amerika dan Eropa. Kita juga perlu menambah fasilitas,” ujar John.

Ia menyayangkan sikap KPPU yang menolak penyatuan terminal peti kemas Koja dengan JICT. “Indonesia harus punya fasilitas besar yang terintegrasi, kita harus bersatu dengan Koja karena kita berkompetisi dengan Singapura. Jika JICT dan Koja disatukan kapal besar bisa berangkat langsung dari Indonesia ke Eropa dan Amerika,” katanya.

Fasilitas Baru

Pada kesempatan itu, JICT meresmikan program pengembangan fasilitas terminal tahap kedua yang terdiri atas empat unit quay cranes Super Post Panamax, enam unit Rubber-Tyred Gantry Cranes tipe “1 over 6”, dan 26 terminal tractor.

JICT juga telah menyelesaikan perluasan lapangan penumpukan peti kemas dan pembangunan ruang menara kontrol dengan teknologi tinggi.

Terkait fasilitas baru di JICT itu, John mengatakan, fasilitas itu berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia atas biaya transhipment yang mahal di luar negeri (Singapura) dan menawarkan pelayanan dengan biaya yang lebih efektif pada pelanggan domestik dan internasional.

Dengan fasilitas baru itu, JICT dapat menangani 2,5 juta TEUs per tahun dan akan meningkatkan kapasitas layanannya hingga tiga juta TEUs dalam beberapa tahun mendatang.

“Produktivitas JICT di dermaga utara meningkat 60 persen dari  rata-rata 18 gerakan crane per jam (Movement Crane per Hour/MCH) 10 tahun lalu menjadi 29 MCH,” kata Presiden Direktur JICT Derek Pierson.

Derek mengatakan, yang masih menjadi masalah di pelabuhan adalah  pemeriksaan dokumen di pintu masuk karena dilakukan secara manual.

“Masalahnya ada di gerbang karena masih ada pemeriksaan dokumen kertas. Memang ada rencana untuk memasang instalasi ‘automatic gate’, tapi butuh persetujuan Bea Cukai,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Pelindo II, Richard J. Lino  mengharapkan diselesaikannya pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road agar akses ke JICT dan terminal peti kemas dan konvensional lain di Tanjung Priok bertambah. (Ant)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: