Posted by: kualaclipping | May 25, 2009

SPBN Langkak Terbengkalai

http://m.serambinews.com/ on 17 April 2009, 09:13

JEURAM – Nelayan di Desa Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, mengeluh akibat bangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dibangun sejak tahun 2007 telantar. Bangunan dari Departemen Kelautan dan Perikanan pusat telah diserahkan ke Pemkab Nagan Raya meski belum tuntas dikerjakan. Nelayan di kawasan itu butuh bahan bakar untuk memudahkan mereka melaksanakan rutinitas sehari-hari mengingat bahan bakar selama ini dibeli di tempat lain. Keterangan yang dikumpulkan Serambi, Kamis (16/4), pembangunan SPBN itu sebenarnya belum tuntas dikerjakan namun yang anehnya telah diserahterimakan ke Pemkab Nagan Raya. Akibatnya sama sekali tak bisa difungsikan karena sarat masalah.

Menurut sumber itu, total dana yang dialokasikan Departemen Kelautan dan Perikanan RI terhadap bangunan hampir Rp 1 miliar, tapi pada kenyataannya bangunan itu kini telah menjadi besi tua karena tak bisa difungsikan. Secara terpisah, Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagan Raya, Bustami SP, kepada Serambi, Kamis (16/4) membenarkan SPBN yang terletak di TPI Langkak, Kecamatan Kuala Pesisir tak bisa difungsikan karena bermasalah. Mengantisipasi hal itu ia telah menurunkan tim untuk berkoordinasi dengan pihak Pertamina Depo Meulaboh guna mencari solusi. “Bangunan ini telah diserahkan ke Pemkab Nagan Raya, padahal bangunan yang dibangun pada tahun 2007 lalu itu belum tuntas, namun saya tak tahu persis karena saat bangunan itu diserahkan saya belum menjabat di dinas ini,” katanya.

Menurut Bustami, salah satu penyebab SPBN tak bisa difungsikan karena terdapat beberapa persoalan seperti tidak ada koordinasi oleh pihak rekanan ke Pertamina, kemudian bangunan itu juga tak sesuai dengan spesifikasi pihak Pertamina. Dan pihaknya tak bisa memberikan komentar lebih banyak karena saat bangunan itu dibangun pihak rekanan tak melakukan koordinasi dengan piha DKP Nagan Raya. Terhadap pengelolaan SPBN itu, ujar Bustami, biasanya dikelola pihak nelayan melalui koperasi nelayan. Sejauh ini bangunan itu memang belum bisa digunakan karena tak tuntas dibangun. Dan kalaupun difungsikan pihaknya akan kembali mengirimkan tim ke Pertamina di Kota Medan, Sumatera Utara untuk berkoordinasi serta menyurati DKP pusat untuk solusi lebih lanjut, pungkas Kadis Bustami.(di)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: