Posted by: kualaclipping | May 25, 2009

Penebangan Bakau Meningkat di Tamiang

www.serambinews.com on 16 Maret 2009, 19:24

KUALA SIMPANG – Penebangan hutan bakau (mangrove) di pesisir Aceh Tamiang setiap hari semakin meningkat sehingga mengganggu biota laut yang berdampak sulitnya nelayan kecil mencari ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Tamiang, drh M Sofyan kepada Serambi (15/3) mengatakan, setiap menit hutan bakau di Tamiang ditebang untuk keperluan pengusaha dapur arang. Kondisi tersebut sangat berdampak terhadap ikan yang umumnya bertelur di kawasan hutan bakau.

“Untuk jangka panjang, dampak tersebut mulai dirasakan nelayan tradisional di Aceh, mereka sulit memperoleh hasil tangkapan walaupun mencari ikan hanya pinggir laut,” ujarnya.

Menurut Sofyan, meningkatnya aksi penebangan hutan bakau itu terkait dengan minimnya lapangan pekerjaan. Sehingga sebagian anggota masyarakat menebang hutan bakau untuk dijual ke pengusaha dapur arang. “Dapur arang tersebar di empat kecamatan, Manyak Payed, Banda Mulia, Bendahara dan Seruwey,” ujarnya lagi.

Dikatakannya, masyarakat menjual kayu itu seharga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per boat berisi 100-200 batang bakau ukuran sebesar lengan orang dewasa dengan panjang sekitar 4 meter.

“Padahal, dibandingkan harga kayu bakau yang dijual kepada pengusaha arang, biaya penanaman bibit bakau jauh lebih mahal. Belum lagi dampak yang timbul akibat penyusutan hutan kayu bakau itu jauh lebih merugikan,” katanya.

Untuk meminimalisir aksi penebangan hutan bakau, kata Sofyan, pihaknya akan merekrut para penebang kayu bakau untuk dilatih wirausaha dengan konsekuensi mereka harus menjaga kawasan hutan bakau agar tidak ditebang lagi. “Setiap bantuan yang diberikan harus ada kesepakatan untuk menjaga hutan mangrove,” ujarnya.

Kepada para peserta pelatihan itu nantinya diberikan modal sekitar Rp 4 juta untuk membudidayakan ikan di tambak, tetapi bantuan yang diberikan dalam bentuk fisik berupa kebutuhan untuk pemeliharaan ikan. “Mereka butuh bibit kita belikan bibit ikannya. Dengan pola bantuan tersebut diharapkan aksi penebangan hutan bakau di Tamiang akan berkurang,” demikian Sofyan.(md)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: