Posted by: kualaclipping | May 25, 2009

KRI SIM Hendaknya Beri Rasa Aman kepada Nelayan Aceh

www.serambinews.com on 21 Maret 2009, 08:08

Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso mengukuhkan nama Sultan Iskandar Muda untuk Kapal Perang Republik Indonesia (KRI)-367. Menurut Panglima TNI, kapal baru berteknologi mutakhir ini dimaksudkan memperkuat armada patroli laut di Selat Malaka yang sering terjadi gangguan tindakan kriminal, seperti perompakan kapal niaga dan penyelundupan.

“KRI Sultan Iskandar Muda itu akan dioperasikan untuk patroli di perairan Selat Malaka mulai dari perairan Aceh-Jakarta. Tapi kapan operasinya dilakukan, itu sangat rahasia dan Kasal TNI-lah yang mengetahui kapan dilaksanakan,” kata Panglima TNI kepada pers, usai acara pengukuhan KRI Sultan Iskandar Muda di Pelabuhan Malahayati Krueng Raya, Aceh Besar.

Melihat berbagai peristiwa kejahatan dan bencana di laut akhir-akhir ini. kita tentu sangat setuju ada penambahan kapal sehebat itu. Apalagi, menurut berbagai laporan, Selat Malaka hingga saat ini masih rawan perompakan terhadap kapal-kapal nelayan. Perompakan yang biasanya menggunakan modus menyandera nakhoda atau kepala kamar mesin. Para penjahat itu umumnya beraksi menggunakan senjata api otomatis. Ironisnya, para korban kebanyakan jarang mau melaporkan kejahatan itu kepada pihak TNI AL.

Saking kian rawannya kejahatan di Selat Malaka, badan pengawas maritim internasional (IMB) beberapa waktu lalu mengeluarkan peringatan terhadap para pelaut untuk berhati-hati terhadap serangan perompak.

Imbauan itu saja tentu belum cukup. Selat Malaka memang harus diawasi secara ketat. Sebab, selat ini merupakan jalur strategis perdagangan di dunia. Tiap tahun, sedikitnya 70.000 kapal berlayar melalui selat ini, termasuk kapal-kapal pengangkut energi dari Aceh ke Jepang, Cina, dan lain-lain. Karenanya, Selat Malaka selalu menjadi target dari aksi perompakan di Asia Tenggara.

Perompak atau bajak laut yang dalam banyak film dilukiskan berwajah bengis, bertindak kejam, kini semakin mengalami perubahan-perubahan baik dalam taktik, persenjataan maupun ruang lingkup operasi.

Bajak Laut saat ini telah mengalami perubahan-perubahan baik dalam taktik, persenjataan maupun definisi dan ruang lingkup operasi.

Karena itu, sejak lima tahun terakhir, Amerika Serikat termasuk negara yang ikut terusik atas aksi kejahatan laut di Selat Malaka. AS bukan hanya melihat mereka sebagai penjahat biasa, tapi juga mulai dikaitkan dengan terorisme.

Bahkan, sebuah lembaga bersama Indonesia-Amerika, mendesak Washington agar mengalokasikan dana 30 juta dolar untuk kurun waktu lima tahun mendatang guna membantu TNI-AL meningkatkan komunikasi, intelijen dan operasi-operasinya di kawasan Selat Malaka yang merupakan jalur laut yang paling sibuk arus perdagangan dunia.

Bronson Percival, pakar teroris di Pusat Analisis AL-AS (Center for Naval Analysis) menggambarkan bahwa perairan sekitar Indonesia sebagai “yang paling berbahaya di dunia.” Ia mengatakan Selat Malaka yang rawan perompakan adalah wilayah perairan di perbatasan bersama RI, Malaysia, dan Singapura. “Perompak-perompak di Selat Malaka telah membuktikan betapa mudahnya bagi calon-calon teroris untuk beroperasi di sana.” Perairan ini juga acap diidentifikiasi sebagai jalur penyelundupan senjata api ilegal, termasuk ke Aceh.

Tapi, bagi masyarakat Aceh kebanyakan, bicara soal kejahatan di laut adalah gangguan terhadap nelayan tradisional oleh kapal-kapal penangkap ikan berteknologi tinggi yang ABK-nya juga terkadang bersenjata api. Oleh sebab itu, KRI Sultan Iskandar Muda hendaknya bisa memberi rasa aman kepada nelayan tradisional Aceh yang selama ini sering mendapat gangguan, bahkan dihalau dengan tembakan oleh nelayan-nelayan asing. (Salam Serambi)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: