Posted by: kualaclipping | May 25, 2009

Investor ‘Pungo’ Dari Kuala Lumpur

www.serambinews.com on 24 May 2009, 08:58

GUBERNUR Aceh Irwandi Yusuf tidak sedang bermain-main ketika menyebut pria yang mengenakan setelan jas warna gelap yang duduk di barisan depan itu, sebagai investor ‘pungo’ (bahasa Aceh; gila). Lontaran itu disampaikan dihadapan peserta seminar nasional tentang Sabang, di Hotel Borobudur, salah satu hotel bintang lima Jakarta, 19 Mei lalu.

Raut Irwandi tampak serius tatkala sebutan investor ‘pungo’ meluncur dari bibirnya. Peserta seminar terdiri dari berbagai kalangan, sontak kaget dan bertanya-tanya. Siapa gerangan investor ‘pungo’ yang dimaksud orang nomor satu Aceh itu. Penampilannya sederhana. Perawakannya sedang, sebagaimana perawakan orang Melayu umumnya. Matanya agak sipit, dilindungi kacamata minus bening. Ia terbilang murah senyum dan ramah. Cepat akrab kepada siapa saja. Sama sekali tidak terkesan sebagai pengusaha kaya raya dan bonafide. Pada saat rehat, pria ini mencari satu sudut ‘smoking area’. Tak berapa lama, asap mengepul dari sebatang mild putih di bibirnya.

Orang yang disebut investor ‘pungo’ itu, adalah Datuk Ir Hj Mohammad Aidid bin Hj Zakaria (47 tahun), insinyur engeneering alumni Amerika Serikat (AS) kelahiran Negeri Sembilan, Malaysia. Saat ini bekerja sebagai konsultan minyak dan gas di Kuala Lumpur. Sebuah gagasan besar sedang dirintis Datuk Aidid. Ia telah menandatangani persetujuan kerjasama dengan Pemerintah Aceh dan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) membangun terminal pengisian minyak dan gas di Pulau Breuh, sebuah gugusan di Pulau Aceh, dengan investasi Rp 70 triliun dalam waktu 20 tahun. 65 persen saham usaha tersebut diberikan kepada BPKS. Al-Aidid Petro Corporation Sdn Bhd, perusahaan milik Datuk Aidid, menguasai 35 persen.

Perbandingan saham 65:35 itu yang mengundang kekaguman Irwandi. Ia menyebutnya sebagai langkah berani. “Tidak ada investor yang berani seperti itu. Dia investor ‘pungo’,” seru Irwandi dari mimbar seminar. Datuk Aidid sendiri menjawab bahwa saham sebesar 65 persen itu adalah hak rakyat Aceh. “Kami juga sudah untung dengan saham 35 persen,” ujarnya kepada Serambi saat diwawancarai seusai seminar.

Aidid, bapak lima anak dari seorang istri asal Singapura, mengaku mendapatkan funding dari Timur Tengah. Dijadwalkan pada bulan Juli 2009 akan ada aktivitas pekerjaan di Pulau Breuh. Langkah awal membangun bunkering di daratan dan laut. “Kami akan mendahulukan bangun bunkering laut dengan cara memafaatkan kapal. Kalau bunkering darat butuh waktu. Selama menunggu selesai, kita manfaatkan bunkering laut,” kata Aidid.

Dalam bunkering minyak kualitas rendah diproses menjadi kualitas tinggi, dan selanjutnya dijual ke kapal yang membutuhkan. Kelak di Pulau Breuh akan menjadi tempat pengisian minyak dan gas untuk kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka. Selama ini, aktivitas pengisian minyak dan gas itu dilakukan di pelabuhan Singapura dan Por Klang Malaysia.

“Tapi kedua pelabuhan itu sudah sangat padat. Kapal antri. Mereka tidak mau ambil resiko antri terlalu lama, karena itu kita akan ambil alih bisnis tersebut ke Pulau Breuh,” ucap Datuk Aidid. Pulau Breuh dan kawasan-kawasan lainnya di perairan Aceh nantinya akan sangat ramai dan dipadati lalulintasi perekonomian. “Kami memilih Pulau Breuh karena letaknya strategis,” jelas Aidid mengenai alasannya berinvestasi di pulau ujung barat Indonesia itu. Dia pun yakin, apabila proyek itu terwujud, akan mampu mengubah wajah Aceh secara keseluruhan. “Kalau boleh saya kata, ini adalah gerbang bagi Aceh mencapai kemajuannya,” ujar Datuk Aidid.

Berawal dari IMT-GT
Pria ramah ini menaruh minat berinvestasi di Aceh pada saat mengikuti forum IMT-GT; forum pertumbuhan segi tiga utara, Indonesia-Malaysia – Thailand, Juni 2008 silam. Rasa ketertarikannya makin besar karena Aceh adalah salah satu kawasan yang baru pulih dari tsunami dan berhasrat memacu ketertinggalannya. “Letak Aceh strategis bagi bisnis pengisin bahan bakar kapal yang melintasi Selat Malaka,” ujarnya.

Tanpa buang-buang waktu, Datuk Aidid segera mendekat ke Aceh. Kedatangannya disambut hangat oleh Pemerintah Aceh dan BPKS. Hasilnya, sebuah Memorandum of Agreement (MoA) ditandatangani pada 20 April 2009. Saat ini ia sedang melengkapi berbagai persyaratan. Ia pun harus bolak-balik ke Jakarta, karena beberapa izin harus diurus di Ibukota. “Insya Allah, akan ada jalan keluar bagi persoalan apapun. Saya sudah tekad, proyek ini tidak boleh gagal,” tukas Datuk Aidid.

Dia kemudian bertemu dengan banyak pihak, termasuk kalangan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Kerjasama dengan Unsyiah pun dilakukan untuk beberapa bagian proyek. “Saya sudah jelas bagaimana bisnis ini dijalankan. Tampaknya kawan-kawan di Aceh mengerti. Karenanya mereka semua sangat mendukung,” tambah Aidid.

Gagasan itu tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan. Gubernur Irwandi Yusuf dan Kepala BPKS Teuku Syaiful Achmad juga optimis bahwa bisnis ini akan dapat direalisir. Sabang dan kawasan sekitarnya akan menjadi sangat penting di masa mendatang. Kapal-kapal super besar tidak akan diizinkan merapat ke port di Singapura dan Port Klang, alternatifnya, antara lain parkir di perairan Sabang.

“Karena itu kita sedang kerja keras membangun pelabuhan Sabang, salah satu yang terbaik di dunia,” ucap Teuku Syaiful Ahmad. Ia membandingkan kedalaman pelabuhan Sabang 22 meter, jauh lebih dalam dari pelabuhan Hongkong 19 meter. Datuk Aidid, sang investor ‘pungo’ dari Kuala Lumpur, mengangguk penuh makna, saat membayangkan wajah Pulau Breuh yang berubah menjadi ramai dan gaduh oleh aktivitas pelabuhan. “Doakan, proyek ini segera menjadi kenyataan,” katanya saat berpisah dengan Serambi di lounge Bororbudur. (fikar w.eda)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: