Posted by: kualaclipping | May 25, 2009

BNI Tanam 1.000 Pohon di Alue Naga

www.serambinews.com on 18 May 2009, 09:48

BANDA ACEH – Memeriahkan HUT ke-804 Kota Banda Aceh, BNI Cabang Banda Aceh, Minggu (17/5) menggelar kegiatan BNI Go Green dengan menanam 1.000 pohon di kawasan Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala. Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin yang membuka kegiatan tersebut mengharapkan, langkah yang dilakukan BNI bisa diikuti oleh bank-bank lain untuk menghijaukan Kota Banda Aceh.

“Banda Aceh masih memerlukan banyak sekali pohon pascatsunami. Kami juga mengharapkan ruang terbuka hijau di Kota Banda Aceh jadi lebih banyak. Setelah penanaman yang dilakukan hari ini, pohon-pohon cemara laut yang ditanam di sepanjang jalan akan dirawat oleh dinas terkait terutama Dinas Kebersihan dan Keindahan dan masyarakat sekitar,” kata Mawardy.

Pemimpin Cabang BNI Banda Aceh, Nurul Anwar mengatakan, di kawasan Alue Naga, sepanjang bantaran sungai Krueng Cut, ditanam 200 pohon cemara laut, sisanya akan ditanam pada fasilitas publik lainnya. “Ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan BNI di seluruh Indonesia. Kali ini BNI Go Green dirangkaikan dalam kegiatan HUT ke 804 Kota Banda Aceh,” ujar Nurul Anwar.

Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan (DKK) Kota Banda Aceh, T Iwan Kesuma mengatakan, dalam penilaian Adipura salah satu objeknya adalah adanya pohon yang berfungsi sebagai peneduh. “Untuk taman dan penghijauan Banda Aceh telah mendapat nilai tujuh, mudah-mudahan Banda Aceh berhasil tahun ini memperoleh penghargaan Adipura,” harapnya.

Gotong Royong
Ditambahkan T Iwan, selain penanaman pohon sepanjang 1 kilometer di Alue Naga, rangkaian kegiatan HUT Kota kemarin juga diisi dengan gotong-royong massal di Kota Banda Aceh. “Selesai gotong royong, Walikota Banda Aceh bersama-sama meninjau Pasar Aceh dan mengimbau pedagang untuk menjaga kebersihan kota terutama pasar Aceh,” katanya.

Dikatakan, gotong royong itu turut dihadiri Walikota Banda Aceh, Ir Mawardy Nurdin, Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, dan Sekda Kota Banda Aceh Drs T Saifuddin TA MSi serta seluruh pejabat Pemko Banda Aceh. Disebutkan, Walikota Banda Aceh, juga menemukan langsung seorang warga yang membuang sampah dalam drainase Jalan T Chik Pante Kulu, Banda Aceh.

Sehingga Mawardy memberi teguran agar tindakan tersebut jangan terulang. “Kata Walikota kalau tindakan itu masih diulangi kemungkinan akan ditarik izin usaha pemilik toko tersebut. Karena salah satu penyebab banjir itulah faktornya, membuang sampah sembarangan. Selain itu memberi kesan wajah Kota Banda Aceh menjadi kotor,” tandas Mahdi Humas Pemko Banda Aceh mengutip ucapan Walikota saat gotong tersebut.(ami/mir)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: