Posted by: kualaclipping | May 25, 2009

Abrasi Pantai Meurahdua Mulai Ditangani

www.serambinews.com on 27 April, 07.57

MEUREUDU – Abrasi pantai di Gampong Lueng Bimba dan Buangan Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya (Pijay), yang sebelumnya nyaris menghantam pemukiman penduduk, kini mulai ditangani oleh dinas terkait. Sementara ratusan meter tebing daerah aliran (DAS) Krueng Beuracan Meuredu amblas ke sangai. Penanganan abrasi pantai di dua desa pesisir utara Meurahdua itu dilakukan dengan menyusun batu besar di pinggiran laut. Pekerjaan tersebut kini sudah berlangsung sekitar dua pekan. Sejumlah warga Lueng Bimba dan Buangan menjawab Serambi menyebutkan, menyusul ditanganinya abrasi pantai yang sudah kritis itu, mereka mengaku lega dan berterima kasih kepada pemerintah. “Kami lega. Semoga saja pekerjaan ini cepat selesai,” kata Muhammad Hanafiah, Imum Mukim Kuta Simpang.

Kabid Irigasi, Rawa dan Pantai Dinas Pengairan NAD, Ir Setia Budi, yang dikonfirmasi Serambi melalui ponselnya kemarin mengatakan, penanganan abrasi pantai itu disegerakan karena sudah kritis. Panjang pantai yang harus ditangani, kata Budi, lebih 1.000 meter. Tetapi, untuk tahap pertama hanya baru mampu dilakukan sepanjang 385 meter.

Pemasangan batu pemecah ombak di pinggiran pantai sepanjang 385 meter itu, menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 5 miliar. Dana sebesar itu bersumber dari APBA Tahun 2009. Sebagaimana diberitakan sekitar dua bulan lalu, akibat abrasi pantai yang kian mengganas, warga Lueng Bimba dan Buangan resah. Bibir laut hanya tertinggal sekitar 10 meter lagi dengan lahan tambak. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya tambak berubah jadi lautan, bisa jadi pemukiman penduduk pun bakal ikut karam.

Sekitar dua pekan berikutnya, sebuah tim dari provinsi turun ke lapangan untuk melihat langsung sejauhmana kebenaran informasi tersebut. Ternyata, setelah diamati dengan seksama, keberadaan dua desa di Meurahdua itu perlu segera ditindaklanjuti. Kala itu, Kabid Irigasi, Rawa dan Pantai, Setia Budi, seusai melihat kondisi lapangan, kepada Serambi mengatakan, abrasi itu sudah kritis dan perlu penanganan segera.

Krueng Beuracan
Kecuali itu, akibat keganasan Krueng Beuracan Meureudu, terutama ketika diguyur hujan disertai banjir, ratusan meter tebing sungai sepanjang DAS amblas ke sungai. Banyak kebun penduduk ditelan sungai. Bahkan untuk menghindari musibah lebih fatal, beberapa rumah warga setempat terpaksa diungsikan ke tempat yang dianggap aman. Pemandangan seperti itu antara lain terlihat di Desa Grong Grong, Rambong, Kulam, Rumpuen dan Desa Lampoh Lada. Malah di beberapa titik tampak kritis.

Beberapa warga Beuracan, kepada Serambi mengatakan, kondisi DAS Beuracan memang tergolong parah. Pemerintah memang sudah berulangkali menangani dengan memasang bronjong terutama di kawasan yang dianggap rawan. Tetapi, tatkala banjir datang, selain menghantam pemukiman, bronjong yang sudah ada juga ikut ambruk. Namun begitu, mereka berharap kerusakan itu kembali diperhatikan. “Di beberapa kawasan, dinas terkait memang sudah menangani, tetapi saat banjir, kembali hancur,” kata seorang penduduk Desa Kulam.(ag)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: