Posted by: kualaclipping | May 24, 2009

Indonesia Kucurkan 5 Juta Dollar AS untuk Kelestarian Segitiga Karang

www.kompas.com on Jumat, 15 Mei 2009 | 21:49 WIB

MANADO, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia tak hanya menyodorkan ide penyelamatan terumbu karang dalam Coral Triangle Initiative (CTI) Summit yang berlangsung, Jumat (15/5). Untuk menyelamatkan segitiga terumbu karang bersama empat negara, yaitu Malaysia, Filipina, Timor Leste, dan Papua Niugini, Indonesia juga siap menyumbangkan dana sebesar lima juta dollar AS.

Apa yang disumbangkan ini, menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, belum cukup untuk menangani semua persoalan terumbu karang yang ada. Karena itu, penggunaan dana akan disesuaikan dengan program mendesak dan layak jadi prioritas dari lima negara peserta CTI.

Tak hanya Indonesia, negara peserta lain juga ikut memberi sumbangan. “Malaysia menyumbangkan satu juta dollar, Papua Niugini memberi dua juta dollar. Filipina sepertinya akan ikut Indonesia menyumbangkan lima juta dollar,” tutur Freddy.

Freddy memastikan, dana penyelamatan terumbu karang ini masih akan bertambah dalam pembahasan lanjutan 10 Juni mendatang. “Kita akan bertemu lagi dan membicarakan program riil di masing-masing negara,” katanya.

Selain sumbangan dari empat negara peserta CTI, Freddy melanjutkan, ada juga bantuan dari negara-negara maju lainnya. “Dari 250 juta dollar yang dibutuhkan dalam CTI, sudah ada bantuan sebesar 114,6 juta (dollar) dari negara donor,” ucap dia.

Dana yang terkumpul ini dinilai cukup untuk program awal CTI. “Program awal ini diprioritaskan untuk sekretariat dan kawasan-kawasan yang mendesak untuk ditangani,” tutur Freddy.

Berapa bagian yang akan didapatkan Indonesia dari CTI? Freddy menjelaskan bahwa semuanya diserahkan ke tangan para gubernur. Menurutnya, program konkret harus disusun oleh masing-masing kepala daerah sehingga menjadi jelas apa yang dibutuhkan Indonesia dan apa yang harus segera dilakukan.

Yang pasti, lanjut Freddy, pembahasan dalam WOC dan CTI akan menjadi pembicaraan serius dalam konferensi perubahan iklim di Copenhagen, Desember mendatang. “Ini tugas utama lima negara CTI. Kita harus mengawal hasil CTI dan WOC di konferensi perubahan iklim,” ujarnya. (Ginna Presya Budiman)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: