Posted by: kualaclipping | May 20, 2009

Kawasan Sabang Butuh Suntikan Rp10 Triliun

www.harian-aceh.com on Wednesday, 20 May 2009 05:06

Jakarta | Harian Aceh – Kawasan Sabang membutuhkan setidaknya suntikan dana sebesar Rp10 triliun untuk pengembangan kawasan pelabuhan bebas dan perdagangan bebas.

“Sesuai dengan master plan tahun 2005, total kebutuhan investasi 20 tahun ke depan di kawasan Sabang mencapai Rp11 triliun,” kata Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam Seminar Kawasan Sabang di Hotel Borobudur Jakarta, Senin (19/5).

Sementara itu, kata Paskah, sejak 2003 hingga 2009 alokasi pendanaan dari APBN telah mencapai lebih dari Rp1,2 triliun di mana pengeluaran terbesar untuk sektor pelabuhan, industri, perdagangan, jasa, dan kelembagaan.

Sumber dana melalui APBN dari tahun ke tahun, menurutnya, mengalami peningkatan alokasi. “Tahun 2003 Rp27 miliar, tapi untuk 2008 sebanyak Rp441 miliar dan 2009 sebanyak Rp421 miliar,” kata Paskah.

“Jadi masih membutuhkan setidaknya Rp10 triliun untuk pembangunan di sana. Kalau mau cepat, jangan hanya melalui anggaran, tapi juga melalui mekanisme regulasi yang friendly terhadap investor,” ujarnya.

Paskah menuturkan, untuk menambal kekurangan, pemerintah menyarankan memberi peran swasta lebih besar. Pasalnya, penyediaan dana itu ikut mempercepat kemajuan sektor-sektor prioritas. “Pemerintah menyadari posisi Sabang penting bagi Indonesia, mengingat banyak kapal-kapal yang melewati selat Malaka,” ujar Paskah.

Dalam master plan Kawasan Sabang, Paskah mengatakan pengembangan kawasan pelabuhan laut berada di area seluas 121,87 hektare (ha), kawasan pelabuhan udara seluas 109,2 ha, kawasan industri dan perdagangan seluas 711,84 ha, kawasan pariwisata seluas 550 ha, dan untuk kawasan militer seluas 45 ha.

Sementara itu, sumber pendapatan kota Sabang dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini sangat tergantung pada sumber dana transfer ke daerah, yaitu sekitar 90 persen dari total pendapatan Kota Sabang yang ditunjukkan dalam kurun waktu tahun 2001-2008, di mana pada 2001 jumlah dana perimbangan untuk Kota Sabang adalah Rp122,9 miliar yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Hingga 2008, dialokasikan sebesar Rp256,6 miliar.

Meski demikian, Paskah mencatat masih banyak masalah baik secara geografis maupun administratif yang harus dibenahi. Pertama, terbatasnya lahan karena sebagian besar merupakan daerah pegunungan, sementara topografi yang datar hanya di sekitar pantai. “Oleh karena itu, perlu rekayasa teknologi di daerah pegunungan,” ujarnya.

Masalah lain, kata dia, di antaranya keterbatasan kapasitas industri daerah, keterbatasan infrastruktur terutama terkait pelabuhan Teluk Sabang, keterbatasan listrik, ketertinggalan di investasi, belum sinkron peraturan untuk meningkatkan investasi, kurang optimal peran Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS), lemahnya dukungan dan koordinasi, serta sinkronisasi program lintas sektor, dan belum adanya kejelasan pelimpahan wewenang perijinan investasi dari pemerintah kepada Dewan Kawasan Sabang, yang selanjutnya dilaksanakan BPKS.(vvn)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: