Posted by: kualaclipping | January 15, 2009

Abrasi Meluas di Pesisir Lhokseumawe, 250 Warga Mengungsi

www.harian-aceh.com on Thursday, 15 January 2009 00:28

Lhokseumawe | Harian Aceh—Abrasi pantai yang melanda kawasan pesisir Kelurahan Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, makin meluas. Grafik intensitas gelombang laut mencapai tiga meter. Sedikitnya 23 Kepala Keluarga (KK) atau 250 warga di sana mengungsi ke tenda-tenda darurat.

Para pengungsi mengaku hingga kemarin masih takut kembali ke rumah, karena gelombang pasang purnama masih menghempas rumah-rumah penduduk. Bahkan, beberapa rumah di pesisir Lhokseumawe mulai roboh secara perlahan-lahan.

Harnida, 42, korban abrasi pantai yang dijumpai di tenda pengungsian, Rabu (14/1), mengatakan sebagian pengungsi kini mulai terserang berbagai penyakit, seperti batuk, demam, infeksi saluran penapasan (Ispa), dan lainnya. Warga juga belum berani kembali ke rumah karena gelombang laut masih menghantam rumah-rumah mereka.

”Kami masih trauma melihat air laut yang menerjang rumah-rumah hingga hancur. Apalagi kini ketinggian gelombang meningkat dari hari-hari sebelumnya,“ sebutnya.

Bachtiar, Lurah Kampung Jawa Lama, mengatakan sejauh ini pihaknya baru menerima bantuan masa panik dari Dinas Sosial. “Kami baru menerima bantuan mie instan, beras, air mineral, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Sementara kerugian akibat abrasi pantai itu mencapai Rp200 juta,” ujarnya.

Sementara Anggota DPR-RI Drs. Marzuki Daud mengaku prihatin atas musibah tersebut. Kata dia, pihaknya akan memperjuangkan usulan pembangunan growing lands (batu penahan ombak) sepanjang dua kilometer dengan anggaran mencapai Rp100 miliar ke Menko Kesra Aburizal Bakrie. Pihaknya juga akan mengupayakan bantuan pembangunan rumah untuk relokasi korban abrasi pantai ke lokasi yang aman di Desa Hagu Barat Laut.

“Pembangunan growing lands dan relokasi rumah akan kita cari solusinya ke Pemerintah Pusat. Saya akan berbicara langsung dengan mereka, agar masyarakat bisa terhindar dari bencana alam itu,“ ujar Marzuki didampingi Wakil Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya saat mengunjungi tenda pengungsi abrasi pantai, kemarin.

Gelombang pasang yang melanda pesisir Lhokseumawe menyebabkan empat bangunan hancur, yakni satu bangunan balai peristirahatan nelayan, dan tiga rumah masing-masing milik Saiful, 35, M. Yusuf, 35, dan Fuadi, 60. Hingga saat ini para korban dan ratusan penduduk lainnya masih bertahan di tenda pengungsian dengan kondisi memprihatinkan.(win)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: