Posted by: kualaclipping | July 12, 2008

Kuala Mamplam Dangkal, Ribuan Nelayan Menganggur

www.harian-aceh.com on Saturday, 12 July 2008 02:37

Lhokseumawe | Harian Aceh—Aktivitas ribuan masyarakat nelayan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, terhenti, akibat dangkalnya Kuala Mamplam tempat ratusan boat Mancing dan Pukat Langga, bersandar kapal nelayan itu.

“Bagi nelayan yang hendak melaut pada air agak mulai surut otomatis akan menganggur. Sedangkan bagi nelayan yang ingin merapat ke Kuala Mamplam, terpaksa menunggu hingga berjam-jam lamanya sembari tibanya air pasang,” kata Tgk. Hanafiah, 53, tokoh masyarakat Nelayan Ujong Blang, Jumat (11/7).

Sebut dia, air yang tersisa di Kuala hanya sekitar 60-70 sentimeter, dari sebelumnya kedalaman air mencapai sekitar 150 meter. Kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2003 lalu. Dia mengaku, sebelumnya pihak PT Arun LNG pernah membantu menjajikan perluasan di seputar lokasi 100 meter di tempat pendaratan ikan tersebut. Namun, pembangunan bronjong yang menjorok ke laut itu hanya memiliki luas 50 meter saja. Semestinya, kata dia, pembangunan yang dilaksanakan harus 500 meter, layaknya seperti di Aceh Timur.

“Kuala Mamplam, harus dilakukan pengerukan dan pelebaran lagi bentangan Kuala. Kalau tidak kehidupan nelayan akan morat-marit, kehilangan tempat mencari nafkah,” keluh Pawang Piah.

Sangkrodi,  52, dan Burhannuddin, 35, juga mengeluhkan pembangunan kuala tersebut. Kata pelaut ini, pada saat pasang-surut pihaknya membuang jangkar di tengah lautan. Akan tetapi, pada saat hendak mendarat mengalami kesulitan. “Berangkat pun gagal, kalau pulang pun terpaksa bernaung ditengah lautan. Sudah lama, habis tuu…, enggak ada perhatian lagi tentang nasib orang kecil seperti kami di sini,” ungkap keduanya.

Menurut Burhanuddin, penyebab utama kedangkalan kuala adalah faktor pasir yang terbawa tsunami. “Meski kami bukan korban tsunami, tetapi dampaknya berpengaruh besar terhadap sumber mata pencaharian nelayan. Kini kehidupan pelaut morat-marit, dalam kemelaratan, tak ada yang mahu peduli terhadap warga pesisir,” tambahnya.

Dia berharap, kepada PT Arun LNG untuk segera merealisasikan janji manisnya yang hingga saat ini belum dinikmati oleh masyarakat binaannya itu.  Tambahnya, Pemko Lhokseumawe, juga harus segera berupaya maksimal menyahuti setiap adanya tangisan rakyat jelata, mengaharapkan pertolongan.

Nelayan di daerah itu dihuni oleh dua desa, yakni Ujong Blang dan Ulee Jalan. 85 persen masyarakat yang tinggal dikawasan objek wisata pantai Ujong Blang tersebut merupakan berprofesi sebagai nelayan. Dengan jumlah nelayan sebanyak 4.000 orang dan memiliki boat manceng 400 unit dan kapal motor pukat langga 30 unit.(win)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: