Posted by: kualaclipping | May 30, 2009

Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat

www.analisadaily.com on 30 May 2009

Banda Aceh, (Analisa)

Palang Merah Indonesia (PMI) dari sejumlah daerah di Indonesia dan sejumlah palang merah internasional berkumpul di Banda Aceh guna membahas pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Kegiatan yang bertanjuk lokakarya itu dibuka oleh Gubernur Aceh yang diwakili Sekdaprov Husni Bahri TOB.

Dalam lokakarya yang diselenggarakan di sebuah hotel berbintang di Banda Aceh, Selasa (26/5), gubernur menyatakan, Pemerintah Aceh mendukung sepenuhnya upaya pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. “Kita menghimbau seluruh instansi terkait untuk secara aktif  berperan dalam pengembangan sistem peringatan dini ini, sesuai dengan kemampuannya masing-masing,” ujar Irwandi Yusuf.

Secara umum lokakarya ini bertujuan agar sistem peringatan dini PMI dapat berjalan dengan baik melalui pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Sistem peringatan dini merupakan hal penting dalam elemen penanggulangan bencana sebagaimana dipertegas dalam pasal 46, Undang-Undang Penanggulangan Bencana No. 24 tahun 2007.

Hal tersebut juga tercantum dalam poin kerangka aksi Hyogo (Hyogo Framework for Action-HFA), yakni mengindentifikasi, mengkaji, dan memantau resiko bencana serta mengembangkan sistem peringatan dini.

Faktor Terpenting

Menurut Ketua PMI Pusat Iyang Sukandar, PMI menyadari bahwa masyarakat merupakan faktor terpenting yang perlu dilibatkan dalam setiap sistem peringatan dini. Oleh karena itu program-program kesiapsiagaan dan pengurangan resiko yang dilaksanakan PMI di berbagai daerah telah melakukan pemberdayaan masyarakat secara mandiri dalam pengelolaan sistem peringatan dini.

Secara khusus, lokakarya  bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap mekanisme dan metodologi sistem peringatan dini pemerintah, sistem peringatan dini PMI dan aplikasinya, sistem peringatan dini yang telah ada di wilayah ICBRR (Integrated Community Based Risk Reduction atau Pengurangan Resiko Berbasis Masyarakat Terpadu).

Dikatakan, penyempurnaan pengolahan informasi atas prediksi potensi kejadian alam terus dilakukan. Maka penggunaan perangkat-perangkat teknologi serta sistem informasi dan penyebaran informasi dirancang untuk memastikan informasi sampai ke pihak yang berkepentingan.

Radio Komunikasi

Radio komunikasi sebagai suatu perangkat teknologi merupakan salah satu alat atau metode peringatan dini yang efektif dan efisien. PMI dengan dukungan dari Palang Merah Kanada telah mengembangkan sistem radio komunikasi sebagai sistem peringatan dini di Aceh dan Sumatera Utara (Nias).  “Peralatan ini telah teruji ketika terjadi gempa bumi di bagian utara Aceh,” ujar Iyang Sukandar.

Lokakarya diikuti oleh seluruh perwakilan Palang Merah Indonesia Daerah NAD dan seluruh PMI cabang di NAD, PMI Pusat, PMI Daerah Sumatera Utara, PMI Cabang Nias, PMI Cabang Nias Selatan, PMI Daerah Sumatera Barat, PMI Cabang Bantul, PMI Cabang Jakarta Utara, PMI Daerah Jawa Tengah, PMI Cabang Bogor, PMI Daerah Bali, PMI Daerah Sulawesi Selatan, PMI Daerah Sulawesi Barat, dan PMI Daerah Bengkulu.

Sedangkan, perwakilan Palang Merah Internasional diwakili oleh Palang Merah Amerika, Palang Merah Kanada, Perwakilan DRC, Palang Merah Belgia,  Palang Merah Jepang, Palang Merah Jerman, IFRC, UNDP, dan Perwakilan dari TDMRC Universitas Syiah Kuala.(irn)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: